Senin, 29 Juli 2013
Jumat, 12 Juli 2013
Izinkan aku menikah tampa pacaran
Ada hal yang mungkin lebih baik
tertinggal dalam diam daripada di ungkapkan keluar. Salah satunya adalah tentang
apa yang aku rasakan saat ini.
Aku
mengenal dia sudah cukup lama, aku bersama dia juga bukan sekali dua kali,
bahkan aku menganggap dia sebagai kakak ku sendiri. Tapi kata-kata “kakak”
kadang tidak pernah menjadi “kakak” yang semestinya. Aku tau ini mengerikan
tapi apakah dosa menaruh perasaan kepada seseorang yang notabene bukan muhrim
kita?
Sekali
lagi kami dipertemukan dengan keadaan yang sama, dimana tidak ada satu
ikatanpun yang membelenggu di diri ini, sekali lagi dengan kesempatan yang
sama. Tapi kali ini aku berfikir ada baiknya menunda hubungan serius itu dan
melanjutkan hubungan kakak-adik ini.
Aku
merasa bahwa ini tidak akan berhasil, dan aku tau bahwa ini mungkin memang
tidak akan berhasil saat ini, kedekatan yang di bangun, mungkin hanya akan
kembali melukai dan menggoreskan luka di hati ini, sedangkan luka yang kemarin
belum lagi sembuh sepenuhnya.
Aku
tidak bisa dengan ini, bukan tidak bisa tapi belum bisa, kejadian kemarin
membuatku mengulang lagi untuk berfikir jika harus memiliki hubungan yang sama,
selain itu aku belum siap untuk kehilangannya, yah.. aku ini orang yang belum
cukup dewasa, tidak seperti dia… tidak mudah bagiku untuk memaafkan dan merelakan,
serta tidak mudah untuk mengembalikan keadaan seperti semula jika perpisahan
itu tiba-tiba datang.
Aku tidak mau kehilangannya
Aku hanya tidak mau kehilangan orang yang aku sayang lagi
Semakin
aku menyayanginya, semakin lekat perasaan itu, semakin aku berfikir bahwa ini
harus segera berakhir…
Aku
masih terlalu muda baginya, sedang dia sendiri dalam fikiran dan kedewasaan
itu. Yah dia benar, dia terlebih dulu melihat dunia daripada aku, dia pasti tau
lebih banyak dan berfikir lebih jelas, apalagi dia seorang laki-laki. Tentu dia
lebih mudah terhindar dari luka daripada aku
Dia
tidak akan mencintai secinta nya, dia tidak akan menyayangi setulusnya, karna
dia laki-laki. Dia tidak akan menangis karna cinta
Berbeda
dengan aku, aku ini lemah dan cengeng. Mudah bagiku menyayangi seseorang tapi
tidak mudah untuk melupakannya. Karna sedih akan perasaan sayang itu aku akan
menangis karna luka. Aku akan menghawatirkan keadaan orang lain sementara
mungkin dia tidak memikirkan aku. Dengan keadaan yang seperti ini tentu aku
kalah besar dari nya
Cinta adalah kekalahan terbesarku
Aku
tidak bisa lagi dengan ini. dia akan baik saja tampa aku, dia akan punya wanita
lain yang tentu lebih sepadan untuknya daripada aku, dia akan mulai mencintai
orang itu dan meninggalkanku lagi. Dia akan berkata bahwa “aku terlalu polos”
dan bahwa dia sedang mempermainkanku, lalu dia akan mengatakan bahwa aku bodoh
dan akhirnya mengelus kepalaku.
Tapi
mungkin aku memang terlalu polos sehingga jadi begitu lemah dihadapan sesuatu
yang di panggil cinta
Maka
kuputuskan tidak, bahkan sebelum cinta itu di ucapkan, aku benar-benar tidak
bisa dan tidak siap untuk komitmen seberat pacaran, dan aku tidak mau lagi..
aku tidak mau menjalani suatu hubungan yang akhirnya akan berakhir di tengah
jalan, meninggalkan luka dan kenangan perih, menghancurkan harapan ku
berkeping-keping, meruntuhkan kepercayaanku..
Aku hanya ingin disayangi sepenuhnya,
Aku hanya ingin cinta
Tanpa air mata, tanpa kesalahan dan penyesalan
Tapi
bisakah aku memiliki cinta itu dengan keadaan aku yang seperti ini? mungkin
cinta belum pantas untuk aku yang masih bergantung dengan ke dua orang tuaku
Aku
hanya perlu belajar, sholat dan mengaji, dan memikirkan bagaimana caranya menadapatkan
beasiswa dan lulus dengan IP tinggi. Aku hanya perlu memikirkan bagaimana
caranya menjadi sukses dan menjelajahi dunia. Aku hanya perlu memikirkan
bagaimana caranya mewujudkan impian dan cita-citaku. karna seharusnya mungkin
hanya begitu dulu
Aku belum siap untuk sesuatu yang rumit serumit cinta
Tapi
begitu berat untuk mengingkari rasa itu, terlalu berat untuk tidak menghubungi
duluan kecuali jika dia menghubungi pertama, memang benar, dengan dia aku akan
habis termakan kekuatannya
Dia
memang masih terlalu kuat, pengaruhnya bisa terasa sampai ke dalam tulangku, di
bandingkan yang lain, pengaruhnya benar terasa
Tapi
tidak bisa begini terus, tidak bisa tampa tujuan seperti ini.. semoga Allah
memberkati karna ini semata-mata kulakukan hanya karna-Nya, dengan namanya aku
berlindung, dengan namanya aku mengindari kesepian dan kesedihan tatkala
kegelapan melanda. Aku harap aku bisa mengendalikan perasaanku lebih baik lagi,
menyayanginya karna Allah dan peduli tampa pamrih sebagai saudara
Izinkan
aku menikah tampa pacaran. Terlalu sakid bagiku untuk merasakan cinta yang
akhirnya di khianati sendiri, terlalu rapuh bagiku untuk kembali berdiri
diantara puing-puing kenangan yang rusak, aku tidak mau lagi merasakan
bagaimana pahitnya harus bertahan hidup setelah separuh jiwa ku melayang pergi,
aku tidak mau lagi menjalani cinta yang sia-sia, aku tidak mau lagi memiliki
cinta yang akhirnya malah melukai dan meninggalkan hidupku lagi..
Aku hanya ingin cinta yang halal
Cinta yang bisa kumiliki selamanya sampai ajal menjemput
Aku hanya ingin cinta di jalanNya
Jika
memang dia untukku, pasti akan ada jalan suatu saat nanti tampa ada yang perlu
di khawatirkan. Karna itu yang kupercayai. Pasti akan ada jalan..
Wanita baik-baik pasti untuk laki-laki yang baik juga
Saat ini, izinkan aku berdiri dengan
keyakinanku sendiri..
Izinkan aku menikah tampa pacaran
Langganan:
Komentar (Atom)

